TRANSFORMASI PENYANDANG DISABILITAS SEBAGAI PENGAJAR RAJUT DALAM MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INKLUSIF BERBASIS SOCIAL MAPPING: STUDI KASUS PROGRAM MERAJUT ASA KITA
DOI:
https://doi.org/10.64670/jglr.v1i3.142Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat; Pembangunan Inklusif; Instruktur Merajut; Penyandang Disabilitas; Pemetaan SosialAbstract
Program pemberdayaan masyarakat berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sering kali menempatkan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat, bukan sebagai kontributor aktif dalam pembangunan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Program Merajut Asa Kita yang didasarkan pada rekomendasi Pemetaan Sosial Desa Binong tahun 2022, mengeksplorasi transisi penyandang disabilitas menjadi instruktur merajut, serta mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Studi kasus kualitatif dilakukan di Kampung Rajut Binong, Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memampukan sepuluh penyandang disabilitas untuk menjadi instruktur merajut, sehingga memperkuat keterampilan, kepercayaan diri, dan pengakuan sosial mereka. Program ini juga memperkuat modal sosial masyarakat serta mendukung pengembangan Kampung Rajut Binong sebagai destinasi wisata edukasi. Capaian-capaian ini menggambarkan kontribusi pendekatan pengembangan masyarakat dan Asset-Based Community Development dalam mengakui serta mendayagunakan kemampuan penyandang disabilitas dalam inisiatif CSR. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan inklusif dapat didorong dengan menciptakan peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi sebagai instruktur dan pelaku komunitas. Model Pemberdayaan Masyarakat Inklusif melalui Pelatih Penyandang Disabilitas yang diusulkan memberikan kerangka kerja potensial bagi pemberdayaan berbasis CSR, meskipun penerapan model ini dalam konteks lain memerlukan penelitian lebih lanjut.

