Tinjauan Yuridis Terhadap Pembuktian Hak Atas Tanah Menggunakan Eigendom Verponding Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021: Studi Putusan 109/PK/PDT/2022
DOI:
https://doi.org/10.64670/jlpr.v1i2.33Keywords:
Eigendom Verponding, Pendaftaran Tanah, UUPA; PP 18/2021, Konversi Hak Tanah, Pembuktian Hak Atas TanahAbstract
This article examines the legal basis and evidentiary strength of using colonial-era Eigendom Verponding in proving land rights under Indonesia's contemporary agrarian law, particularly after Government Regulation (PP) No. 18 of 2021 on Land Management Rights, Land Rights, Condominium Units, and Land Registration. Focusing on Supreme Court Judicial Review Decision No. 109/PK/PDT/2022 concerning the Dago Elos dispute, we show that non-converted eigendom titles lost their validity as private rights after the 24 September 1980 deadline and became state-controlled land. Nevertheless, historical documents can still function as supporting evidence to prioritize applications for new rights by former holders, while physical possession without registered basis remains weak. Methodologically, the study adopts a normative juridical approach using statutory, case, and conceptual analyses. The findings reaffirm Indonesia’s negative publication system: certificates provide strong, not absolute, proof; and orderly conversion/registration is decisive. The article clarifies the evidentiary pathway for claims involving colonial titles post-PP 18/2021 and offers practical implications for BPN, judges, notaries/PPAT, and litigators.
References
Adi Condro Bawono. (2022). Konversi Tanah Berstatus Eigendom. Hukum Online. https://www.hukumonline.com/klinik/a/konversi-tanah-berstatus-eigendom- lt4ee984c34448a/
Anindya Maria Bidasari dan Paulina Petrisia Tuto. (2024). Tinjauan Yuridis Sertifikat Hak Guna Bangunan Atas Tanah Berdasarkan Klaim Hak Milik Menurut Eigendom Verponding (Studi Putusan Nomor 227/Pdt.G/2020/Pn Mks). Jurnal Legalitas, 17(2), 178– 191.
Bur, A. (2017). Sertifikat Alat Pembuktian Yang Kuat Dalam Hubungannya Dengan Sistem Publikasi Pendaftaran Tanah. UIN Law Review, 1(2), 132.
Dyah Ayu Gandawati. (2024). Position of Eigendom Verponding after the Birth of the Basic Agrarian Law (Case Study of Dago Elos Supreme Court Decision Number 109PK/PDT/2022). TABELLIUS Journal of Law, 2(2), 255–262.
Edralina Widyarini dan Indriasti Wardanib. (2023). Kepemilikan Pemegang Hak Atas Tanah Bekas Eigendom Verponding Setelah Konversi Undang-Undang Pokok Agraria. Notary Law Research, 5(1), 93–102.
Felishella Earlene. (2019). Sengketa Penguasaan Tanah Antara Warga Kapuk Poglar RT. 07/RW. 04 Jakarta Barat dengan Polda Metro Jaya DItinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal Crepido, 3(2), 59.
Fina Ayu Safitri, Lita Tyesta ALW, A. D. L. (2020). Akibat Hukum Penggunaan Sistem Publikasi Negatif Berunsur 1702 Positif Dalam Pendaftaran Tanah Di Kota Semarang. NOTARIUS, 13(2), 788–802.
Giandiva Fahlika Erizal. (2023). Penerapan Sistem Pendaftaran Tanah Yang Menggunakan Stelsel Negatif Bersendikan Positif Pada Objek Tanah Yang Telah Terdaftar Di Kantor Pertanahan. Jurnal Notarius, 2(1), 145–154.
Gregorius Rianggi Gusmara, Rahayu Subekti, A. E. P. M. (2023). Analisis Perlindungan Hukum Atas Pendaftaran Tanah dengan Sistem Publikasi Negatif yang Berlaku di Indonesia. Jurnal Hukum Bisnis, 12(5), 1–8.
Hendri Jayadi, Tomson Situmeang, Poltak Siringoringo, I Dewa Ayu Widyani, L Elly AM Pandiangan, P. G. M. S. (2023). Penyelesaian Sengketa Tanah berdasarkan Kaidah Hukum Positif dan Doktrin Hukum tentang Penyelesaian Sengketa di Indonesia. Jurnal Comunità Servizio, 5(1), 1050 – 1069.
Lubis, Y. (2008). Hukum Pendaftaran Tanah. Mandar Maju.
M Ilham Akbar Lemmy. (2022). Hak-Hak Atas Tanah Sebelum Dan Sesudah Lahirnya UUPA. Selaras Law Firm. https://selaraslawfirm.com/hak-hak-atas-tanah-sebelum-dan-sesudah- lahirnya-uupa/
Marzuki, P. M. (2019). Penelitian Hukum. Kencana Prenada Media Group.
Muhammad hendri yanova, Parman Komarudin, dan H. H. (2023). Metode Penelitian Hukum: Analisis Problematika Hukum Dengan Metode Penelitian Normatif Dan Empiris. Badamai Law JournaL, 8(2), 394–408.
Patajai, S. M. (2019). Nilai Pembuktian Sertifikat Hak Atas Tanah. Al-Ishlah, 21(1), 42.
Pedro Susanto. (2022). Akibat Hukum Bagi Pemegang Hak Bekas Eigendom Verponding dalam Sengketa Kepemilikan Tanah. Jurnal Dialektika Hukum, 4(2), 112.
Raihan Muti Zain. (2025). Analisis Yuridis Pertimbangan Hakim Terhadap Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 109PKPDT2022. Journal Notary Law Review, 1(1).
Raja Agung Kusuma Arcaropeboka, Ratna Kumala Sari, T. M. (2023). Kekuatan Hukum Sertifikat Hak Atas Tanah Sebagai Alat Bukti Terhadap Pembuktian Hak Milik Tanah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kota Agung Nomor : 12/Pdt.G/2014/Pn.Kot). Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum, 2(2), 79–89.
Reda Manthovani dan Istiqomah. (2017). PENDAFTARAN TANAH DI INDONESIA.
Jurnai UAI, 2(2), 23–28.
Santoso, U. (2010). Pendaftaran dan Peralihan Hak Atas Tanah (6th ed.). Kencana.
Seventina Monda Devita. (2021). Perkembangan Hak Pengelolaan Atas Tanah Sebelum Dan Sesudah Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, Dan Pendaftaran Tanah. Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(9), 870–888.
Sidi Ahyar Wiraguna. (2024). Metode Normatif dan Empiris dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif di Indonesia. PUBLIC SPHARE: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan Dan Hukum, 3(3), 58–65.
Sukirno, M. M. A. dan. (2024). Analisis Perlindungan dan Kepastian Hukum Bagi Pemegang Hak Atas Tanah dikaitkan Lembaga Rechtsverwerking. NOTARIUS, 17(2), 995– 1013.
Sutedi, A. (2006). Kekuatan Hukum Berlakunya Sertipikat Tanda Bukti Hak Atas Tanah. Cipta Jaya.
Syaiful Bahari, Muhammad Panca Prana Mustaqim Sinaga, La Ode Mbunai, dan Z. M. P. (2025). Rekonstruksi Pemaknaan Hak Menguasai Negara Menurut Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945. Justlaw : Journal Science and Theory of Law, 2(1), 27–45.
Syukur, A. N. (2022). Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Kasus Warga Dago Elos Melawan Keluarga Muller: Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 109/PK/PDT/2022. Jurnal Poros Hukum Padjajaran, 1(4), 51.

